FAKTOR KEGAGALAN BISNIS FRANCHISE

Saat ini gairah entrepreneurship sedang tumbuh di Indonesia, dan ini situasi yang menggembirakan karena akan tercipta lapangan kerja di beberapa sektor, mulai dari makanan minuman seperti peluang usaha restoran, jasa expedisi, jasa pendidikan, otomotif, salon, dan lain sebagainya. Usahanyapun berkembang mulai dari kota besar, kota sedang dan merambah sampai kota-kota kecil, bahkan sampai kota kecamatan di berbagai wilayah Indonesia. Pelaku usahanya juga dari berbagai umur, mulai dari pensiunan, pegawai negeri, karyawan swasta, Ibu-ibu rumah tangga, mahasiswa sampai pelajar hingga pengusaha yang sudah memiliki berbagai jenis usaha. Salah satu cara memulai usaha yang lebih mudah adalah dengan konsep franchise / waralaba baik waralaba yang sudah lama beroperasi maupun waralaba baru. Dengan menjadi salah satu mitra usaha dari franchisor, maka penerima waralaba tidak perlu repot dalam mempersiapkan produk/jasa yang dijual, bagaimana cara produksinya, maupun cara pengelolaan usahanya, dll. karena semua akan diajarkan oleh pemberi waralaba. Untuk mengetahui contoh penawaran waralaba, bisa klik di http://magfood-amazy.com/read/about-us/46

Hanya saja dengan semakin banyaknya informasi penawaran waralaba atau peluang usaha yang memberikan janji-janji serta gambaran pengembalian modal yang sangat cepat, banyak calon franchisee yang kurang siap sehingga terjadi kegagalan usaha yang dijalaninya. Dengan banyaknya franchisee yang mengalami kegagalan usaha, maka hal ini menjadi efek yang buruf terhadap industri waralaba di Indonesia sehingga perkembangan bisnis franchise / usaha waralaba di Indonesa bisa terpinggirkan dengan kehadiran franchise asing.
Di sini kita akan sedikit mengulas mengenai faktor kegagalan  bisnis franchise yang diperoleh dari hasi analisa selama menjalankan bisnis franchise terutama franchise makanan.

Kali ini yang akan kita bahas adalah dari sisi faktor internal franchisee / business owner
Faktor internal dari franchisee berperan cukup besar dalam kegagalan menjalankan bisnis franchise, faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Keliru dalam persepsi awal saat menentukan bisnis franchise, sebagian bisar mengira dengan menjalankan bisnis franchise, pasti usahanya pasti berhasil tanpa perlu repot terjun di operasional dan memonitor usahanya. Bisnis franchise sama dengan model bisnis yang lain, mesti ada keterlibatan langsung, memahami seluk beluk bisnisnya, melakukan promosi dll. Karena bisnis franchise adalah active income, BUKAN PASSIVE INCOME

2. Terjun di bisnis franchise hanya ikut-ikutan, karena teman-teman atau saudara membeli bisnis franchise dan kelihatan cukup sukses, akhirnya dia ikut membeli bisnis franchise. Padalah bisnis yang dijalankan tidak sesuai dengan passion atau minatnya, sehingga dalam menjalankannya tidak dengan sepenuh hati

3. Kurang kompeten dalam bidang usaha yang digeluti. Misalnya franchisee menjalankan peluang usaha restoran, padahal yang bersangkutan sama sekali tidak ada kompetensi di bidang makanan ditambah tidak mau berusaha belajar dengan keras. Padahal kalau mau berusaha belajar dengan tekun dan sering bertanya dengan franchisor, maka akan lebih mudah mempelajari bisnisnya

4. Kurang bisa memanage waktu sehingga kurang dalam monitor usahanya. Banyak yang terjun di bisnis franchise sambil tetap kerja di kantor, dengan alasan sibuk di kantor akhirnya bisnisnya tidak terawasi dengan baik. Kalau mau sukses di 2 kuadran sekaligus, maka harus bisa membagi waktu, tidak boleh beralasan tidak sempat mengelola usaha. Jadi harus menyediakan waktu setelah pulang kantor untuk kontrol usahanya

5. Menyerahkan semua operasional kepada karyawan. Ini yang banyak terjadi pada para franchisee yang mengalami kegagalan, menyerahkan bisnisnya ke tangan orang lain dan percaya sepenuhnya kepada karyawan. Akhirnya banyak terjadi usahanya gagal karena uangnya dimanipulasi oleh karyawan. Mental business owner tentu berbeda dengan mental karyawan, keputusan-keputusan strategi seringkali tidak bisa dilakukan oleh level karyawan, biarpun dia sudah bisa dipercaya, tapi kemampuan tentu berbeda

6. Cepat menyerah menghadapi masalah, baik soal karyawan yang masuk keluar, penjualan yang naik turun, persaingan dan lain-lain. Orang sukses bukan tidak pernah menghadapi masalah, justru masalah yang membuat orang bisa sukses. Karena dengan masalah yang ada, orang bisa belajar mencari solusi sehingga kemampuannya akan meningkat

7. Sikap negatif, selalu menyalahkan faktor external, entah faktor pasar maupun faktor franchisor yang kurang memberikan support. Pengusaha sukses selalu menjauhkan diri dari sikap negatif, yang dipikirkan adalah sikap positif dan melakukan kegiatan positif.

Untuk mengetahui faktor kegagalan bisnis franchise bisa lihat di artikel http://magfood-amazy.com/read/amazy-info/196/faktor-kegagalan-bisnis-franchise/
Hal-hal tersebut adalah beberapa faktor internal franchisee yang dapat menjadi penyebab bisnis franchise yang digelutinya kurang berhasil bahkan bisa gagal hingga gerainya tutup. Passion berperan sangat penting bagi Anda yang ingin menggeluti suatu bidang usaha, contohnya jika Anda ingin menjalankan peluang usaha restoran dengan konsep franchise restoran / waralaba restoran, maka salah satu syaranya Anda harus menyukai bidang boga, sehingga Anda menjalankan usaha dengan senang hati, bukan karena terpaksa. Mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang menjajaki peluang usaha bidang franchise / waralaba. 

You need to be a member of Komunitas Melek Internet to add comments!

Join Komunitas Melek Internet

Umroh Promo

Blog

Forum Jual Beli