Bisnis Online saat ini sedang ramai dibicarakan orang. Dan sebagian orang memang sudah menjadi pelakunya. Para pelaku bisnis ini, ada yang memang sebagai pemilik produk ataupun hanya sebagai makelar. Banyak yang memiliki produk namun tidak mahir berjualan, dan ada juga yang Mahir Jualan tapi tidak punya produk. Untuk kedua tipe macam ini biasanya akan dipertemukan dalam sebuah workshop bisnis atau pelatihan bisnis.

Ketika kita (sebagai makelar) sebagai seorang internet marketer melakukan aktifitasnya, maka cakupan luas wilayahnya adalah seluas nusantara atau bahkan seluas dunia ini. Namun Ini juga tergantung dari jenis produknya, jika produk kita berjenis Cairan, maka perusahaan expedisi akan menolak untuk pengiriman produk ini. Namun jika produk non cairan, perusahaan ekspedisi insya Allah tidak ada masalah dalam hal pendistribusiannya.

Hal berikutnya adalah Para pebisnis ini tentu saja akan berhadapan dengan calon pembeli. Dan calon pembeli (di dunia Internet) ini adalah orang-orang yang tidak kita kenal. Produsen atau marketer tidak kenal dengan calon pembeli. Dan begitupun sebaliknya, Calon pembeli tidak kenal dengan Produsen ataupun Marketer-nya. 

Bagi pemilik barang, adalah hal yang sangat penting jika sebuah transaksi pembelian di dahului dengan Down Payment. Namun hal ini tidak disukai oleh calon pembeli, karena mereka merasa tidak nyaman kalau uang DP nya di bawa kabur alias barang tidak dikirim. Lalu bagaimana solusinya?

Saya sendiri sebagai internet marketer saat ini sedang berkecimpung dalam dua bisnis. Bisnis Umroh dan Bisnis Penjualan Waring (Jaring). Saya sering dihadapkan dengan dilema ini. Solusinya adalah pertama saya ingin meyakinkan kepada calon pembeli bahwa "Kami" benar-benar Ada (Exist). Maka kami mempersilahkan calon pembeli untuk datang ke Gudang kami untuk melihat kantor kami dan sekalian melihat produk-produk kami. Cara ini cukup efektif dalam hal membuktikan keseriusan kami sebagai penyedia produk. Namun ini hanya berlaku untuk calon customer dengan jarak yang cukup dekat.

Untuk Calon customer yang cukup jauh, biasanya mereka mengutus saudara-nya yang memang kebetulan dekat dengan gudang kami. Atau mereka sekalian mengutus ekspedisi langganan-nya untuk berkunjung ke gudang. Dan sesampainya di gudang ekspedisi tersebut langsung komunikasi dengan calon pembelinya. Jika semuanya beres, maka akan dilanjutkan dengan pembelian / order produknya. Untuk kondisi seperti ini, kami juga harus membuat aman transaksi, yaitu dengan cara ketika produk sudah naik ke kendaraan ekspedisi maka dilanjutkan dengan proses Transfer dana dari calon pembeli ke rekening kami. Setelah uang masuk, maka kendaraan boleh berangkat.

Ada juga cerita lain, ketika calon pembeli tempatnya benar-benar sangat jauh. Sebagai contoh, gudang kami terletak di Bandung dan calon pembeli ada di Kalimantan Barat (Pontianak). Seperti biasa kami pertama kali ber-komunikasi terasa sangat hati-hati. Namun ketika memang calon pembeli sangat membutuhkan produk tersebut, dan dia tidak mau mengeluarkan DP sekalipun, maka kami agak sedikit Mengalah. 

Calon pembeli menyarankan agar kami mengirimkan Produk ke Ekspedisi yang ada di Pelabuhan (Tanjung Priok), dengan catatan ketika produk sampai ke ekspedisi tersebut maka proses pembayaran sekaligus pelunasan akan dilakukan. Buat kami (Produsen / Marketer) kondisi ini cukup beresiko. Namun kami sebelumnya memeriksa terlebih dahulu eksepedisi yang ada dipelabuhannya by phone. Dan ketika kami yakin dengan keberadaannya, maka kami melakukan pengiriman barang ke ekspedisi tersebut.

Nah, begitulah suka duka dalam berbisnis Online. Kedua belah fihak sama -sama tidak ingin dirugikan tentunya. Namun tetap saja harus ada solusinya. Kondisi "Angker" tersebut biasanya terjadi di awal-awal saja sih. Setelah Customer menerima Produknya, biasanya permintaan selanjutnya kedua belah fihak sudah berada pada tingkat kepercayaan yang lebih tinggi. Dan inilah yang sangat penting dalam jual beli. Kepercayaan yang Tinggi.

Waspadai segala bentuk permintaan yang sekiranya kurang masuk di akal. Seperti penawaran harga yang tidak biasanya. Customer minta COD tapi Tidak Mau melakukan DP dulu. Dan hindari juga peluang-peluang kejahatan dengan menggunakan metode Hipnotis. Ini sering terjadi dan pernah terjadi di bisnis saya. Jangan sampai Anda kena Transaksi Hit and Run. Kondisi dimana Anda sudah Drop Barangnya. Dan sipembeli lari dengan membawa barang tanpa pembayaran.

Semoga kita dilindungi dari Kejahatan-kejahatan seperti ini.

Aamiin YRA.

Semoga bermanfaat.

Email me when people comment –

You need to be a member of Komunitas Melek Internet to add comments!

Join Komunitas Melek Internet

Comments

This reply was deleted.

Blog

Forum Jual Beli

jual kambing qurban 2017 legok

Assalamualaikmum….. Sebentar sekali lagi kita semuanya jadi kaum muslim juga akan memperingati hari raya Idul Adha. Layanan aqiqah kami pastinya juga akan memberi pengalaman menarik supaya anda semuanya bisa rasakan mudahnya beraqiqah dengan kami.…

Read more…
0 Replies

jual kambing qurban 2017 pamulang

Ada pendapat tentang berqurban, yakni harus untuk orang yang berkelapangan. Ulama yang memiliki pendapat sekian yaitu Rabi’ah (guru Imam Malik), Al Auza’i, Abu Hanifah, Imam Ahmad dalam satu diantara gagasannya, Laits bin Sa’ad dan beberapa ulama…

Read more…
0 Replies